NUNU LOVE CHULIE, TETEM, ONYU

Kamis, 08 April 2010

0

TUGAS

PENDAHULUAN

Lebih dari 50 tahun yang lalu Billingham dan Medawar mencetuskan konsep bagaimana janin di dalam kandungan ibu dapat hidup hingga usia kehamilan cukup bulan tanpa mengalami reaksi penolakan dari system imun maternal (ibu). Konsep ini dilahirkan untuk menjawab pertanyaan bagaimana janin dapat bertahan hidup di dalam kandungan ibunya tanpa memicu suatu reaksi penolakan sama sekali dari tubuh ibunya, meskipun janin tersebut memiliki antige


n yang berasal dari ayahnya (antigen paternal)? Konsep bahwa janin memiliki genom yang berasal dari ayah dan sebagian dari ibu sehingga janin akan mempresentasikan antigen yang terdapat pada ayah dan ibu(semi-alogenik) telah diketahui sebelumnya. Ekspresi antigen paternal janin di dalam tubuh ibu tentu dapat memicu reaksi penolakan system imun maternal berdasarkan hukum transplantasi.

Janin adalah suatu jaringan yang bersifat alogenik dan berada di dalam tubuh seorang ibu yang memiliki imunokompeten untuk menimbulkan suatu reaksi penolakan. Namun, umumnya reaksi penolakan tidak akan terjadi. Billingham dan Medawar membuat beberapa hipotesis yang mencoba untuk menjelaskan mengapa system imun maternal tidak bereaksi terhadap janin yang bersifat semi-alogenik, sebagai berikut. (1). Hipotesis mengenai pemisahan secara anatomis antara maternal dan janin; (2). Hipotesis mengenai imunogenesitas dari janin yang rendah karena masih bersifat imatur; (3). Hipotesis mengenai kelambanan atau kemalesan system imun maternal untuk bereaksi terhadap antigen-antigen dari janin.

Berdasarkan hasil-hasil penilitian selanjutnya, ternyata dapat disimpulkan bahwa sitem imun maternal menunjukkan toleransi terhadap antigen-antigen yang teradapat pada jaringan janin. Selanjutnya timbul pertanyaan, apakah jaringan janin yang bersifat semi-alogenik tersebut langsung mengadakan kontak langsung dengan system imun maternal karena pada kenyataannya sirkulasi keduanya tetap terpisah selama kehamilan. Pada kenyataannya pula bahwa hanya jaringan plasenta dan membran janin yang langsung mengadakan kontak dengan sdirkulasi maternal. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa terdapat karakteristik-karakteristik tertentu yang bersifat spesifik dari jaringan plasenta dan membrane janin yang dapat memicu toleransi system imun maternal pada jaringan janin. Selain pada sisi janin, diduga pula bahwa terjadi perubahan pada system imun maternal selama kehamilan sehingga akan memicu reaksi toleransi terhadap jaringan janin. Akan tetapi, pertahanan ibu terhadap serangan penyakit masih berfungsi. Wanita memperlihatkan peningkatan respons imunologik terhadap serangan bakteri. Namun mereka tampaknya mengalami peningkatan kerentanan terhadap infeksi virus dan masalah yang terkait dengan infeksi virus imonodefisiensi menusia (HIV) dapat meningkat selama kehamilan. Sebagian penyakit imunologis membaik selama kehamilan, sementara yang lain memburuk. Adaptasi imun ibu selama hamil juga tampaknya merupakan persiapanuntuk kemungkinan pencemaran pathogen luka bekas plasenta selama periode puerperium. Ketidakcocokan (inkompatibilitas) golongan darah dan respon imun yang timbul dapat mengganggu kesejahteraan janin yang sedang tumbuh. Neonatus lahir dengan imunitas yang masih imatur, tetapi menerima imunitas pasif, baik selam di dalm kandungan maupun pada masa neonatus melalui air susu ibu.

Ikhtisar Sistem Imun

System imun ada dua yaitu imunitas bawaan (inheren) yang sudah ada pada suatu organisme sebelum berkontak dengan pathogen apapun dan imunitas adaptif. Imunitas ini berkembang sebagai respon terhadap semakin besarnya tekanan untuk bertahan hidup dan memperkuat imunitas bawaan.

Imunitas bawaan

Imunitas bawaan bersifat inheren dan agar responnya mun cul tidak memerlukan kontak dengan pathogen. Lin ipertama pertahana tubuh adalah sawar fisik dan kimiawi di sitem pernafasan, reproduksi dan gastrointestinal serta kulit. Yang termasuk dalam lini pertama pertahanan ini adalah meanisme protektif (misalnya yang dihasilkan oleh lisozim), sitem komplemen, interferon, dan aktivitas fagositosik sel darah putih.

Lisozim

Lisozim adalah enzim yang menyerang struktur tertentu di dinding sel bakteri. Enzim ini merupakan komponen sekresi tubuh, misalnya darah, keringat, air mata, sekresi hidung, air susu, dan sekresi mucus saluran reproduksi.

Komplemen

Komplemen adalah system yang melibatkan sampai 30 protein dan reseptor yang saling berinteraksi. Protein dan reseptor ini membentuk sebagian jrnjang penguatan pertahanan, yang bertanggung jawab untuk penghancuran bakteri.

Interferon

Interferon melaksanakan tugas nonspesifik terhadap virus, interferon adalah protein khusus yang dihasilkan oleh sel yang tyelah terinfeksi svirus.

Leukosit dan Limfosit

Sel system imun adalah leukosit dan limfosit. Walaupun disebut sebagai sel darah putih, ebagian dari mereka hanya menghabiskan waktu yang singkat di dalam sirkulasi, sedangkan yang lain bahkan tidak pernah masuk ke system pembuluh ama sekali. Sel darah berasal dari populasi sel bakal (sken cell) di dalam sumsum tulang. Sel precursor ini memiliki potensi untuk membelah diri secara sangat cepat dan dapat berdiferensiasi menjadi beberapa tipe sel akhir.

Fagosit

Neutrofil dan makrofag dalah sel darh putih fagositik yang dapat menelan dan mencerna sel asing dan benda yang tidak di inginkan melalui proses fagositosis,sitotoksisitas,dan pembentukan respon peradangan. Sel yang memperantarai imunitas bawaan adalah granulosit : neutrofil,monosit,eosinofil,dan basofil.

gambar neutrofil

gambar eosinofil

gambar basofil

Sel natural killer

Sel lain yang terlibat dalam respon imun bawaan nonspesifik adalah limfosit granular besar,misalnya natural killer (NK).

Imunitas Spesifik

Limfosit kecil memiliki sitoplasma yang relative sedikit dengan hanya beberapa organel dan tanpa granula. Limfosit kecil mencakup limfosit B, yang berperan dalam imunitas humoral (produksi antibody), dan limfosit T, yang bertanggung jawab bagi imunitas selular (cell-mediated immunity). Sel ini, yang membentuk sekitar sepertiga dari sel darah putih dan sirkulasi, mengoordinasikan respons imun adaptif. Limfosit kecil juga beredar dalam system limfoid dan menghabiskan banyak waktunya sebagai residen di organ system limfoid. System limfoid adalah tempat utama respons adaptif. Cairan bocor keluar dari kapiler darah untuk masuk keruang antar sel. Sebagian cairan ini masuk kembali ke kapiler darah, tetapi sebagian masuk ke kapiler limfe.

Pengenalan Antigen

Sel keseluruhan yang memicu timbulnya respons imun yang disebut sebagai antigen. Antigen memicu respons imun terhadap dirinya sendiri. Antigen sering memicu respons imun patogenik itu sendiri, tetapi dapat juga berupa zat disekresikan oleh pathogen, misalnya toksin bakteri, atau zat dari sumber nonpatogenik, misalnya serbuk sari tumbuhan, yang menimbulkan respons alergi, zat kimia, misalnya vaksin sintetik.

Limfosit kecil memiliki reseptor permukaan sel yang secara spesifik mengenali antigen yang terdapat dipermukaan sel asing dan pathogen. Setiap limfosit kecil memiliki sebuah reseptor antigen spesifik, tidak seperti sel pada sistem imun nonspesifik, yang memiliki berbagai jenis reseptor di tiap selnya

RESPON IMUN IBU

Ibu memang berespons secara imunologis terhadap antigen janin di trofoblas atau yang masuk ke sirkulasi ibu. Baik limfosit maupun antibody yang mengenali antigen janin dapat ditemukan di darah ibu selama kehamilan. Pada kenyataanya, reaksi imun oleh ibu terhadap antigen histokompatibilitas paternal tampaknya merupakan hal yang esensial untuk keberhasilan kehamilan. Pengenalan antigen janin oleh ibu merangsang pembentukan antibody penghambat ((blocking antibodies) (Johnson dan Christimas,1996). Antibodi penghambat menutupi tempat antigenic sehingga sel ibu dicegah untuk mengikat antigen (Si ngal etal, 1984). Antibodi ini dapat mengikat sel janin di sirkulasi ibu sehingga sel tersebut tidak dapat berinteraksi dengan limfosit ibu dan dapat melewati plasenta untuk berikatan dengan tempat antigenic.

Diperkirakan tidak adanya respons imun ibu terhadap janin dapat membahayakan. Keberhasilan fertilitas dan kehamilan ditingkatkan apabila orang tua secara genetis tidak sama (konsep yang disebut “hybrid vigour). Insiden kehamilan yang orang tua berkerabat erat, seperti pada incest, jauh lebih jarang, yang mendorong terjadinya heterozigositas di dalam populasi. Hubungan erat antara orang tua berarti antigen janin akan lebih mirip dengan antigen ibu sehingga respons imunologis ibu akan lebih kecil.

Suatu hipotesis kontroversial menyatakan peningkatan kemiripan antigen antara kedua orang tua (disebut sebagai HLA parental sharing [kesamaan HLA orang tua) akan menghasilkan janin yang derajat kemiripan antigen janin dengan ibunya tinggi. Karena ibu tidak akan membentuk respons imun yang kuat terhadap sel janin dan mungkin lebih sedikit antibody penghambat sehingga hasil akhir kehamilan dapat terganggu.

Limfosit janin menghambat replikasi limfosit aktif ibu atau orang lain. Hal ini mungkin menjadi penyebab peningkatan jumlah dan keparahan infeksi virus pada ibu hamil, terutama pada akhir masa gestasi.

EFEK KEHAMILAN PADA SISTEM IMUN IBU

Respons imun ibu dipengaruhi oleh kehamilan. Jumlah sel darah putih, terutama neutrofil, meningkat dan sel lebih cepat berespons terhadap tantangan. hCG meranngsang produksi dan respons neutrofil (Barriga,Rodriguez, & Ortega, 1994). Kadar esterogen dan progesterone yang tinggi menurunkan jumlah sel T helper dan meningkatkan pada kehamilan, mungkin karena efek esterogen pada flora saluran reproduksi.

Konsentrasi lokal kortikosteroid di sekitar janin dan plasenta menekan aktivitas fagositik, terutama dalam respons terhadap bakteri negatif-gram. Hal ini berarti wanita hamil mengalami penurunan kemampuan berespons, terhadap infeksi negatif-gram pada saluran reproduksi, misalnya infeksi gonokukus (Gibbs & Sweet, 1994) dan Escherrichia coli.

Sel NK dan sitokin

Aktivitas sel NK di sekitar uterus tertekan oleh peningkatan konsentrasi local prostaglandin E2 (Daunter, 1992). Penekanan sel NK ini mungkin penting untuk mencegah penolakan janin. Namun, resistensi ibu terhadap patogen intrasel, misalnya Toxoplasma dan Liseria juga mungkin berkurang (Wegmann et al, 1993).

Antibodi dan limfosit B

Kadar sebagian besar antibody tidak berubah selama kehamilan. Namun, konsentrasi Ig G mungkin turun. Penurunan ini mungkin disebabkan oleh hemodilusi, peningkatan pengeluaran melalui urine, atau penyaluran Ig G melalui plasenta .

Limfosit T

Limfosit T terlibat dalam penolakan tandur dan dengan demikian dapat menimbulkan ancaman serius bagi janin. Namun, selama kehamilan fungsi sel T tertekan. Jumlah limfosit T dalam sirkulasi lebih rendah karena selama kehamilan terbentuk hCG dan kemapuan mereka berproliferasi , menghasilkan interleukin-2, dan membunuh se lasing juga menurun. Rasio sel penolong dan penekanberubah. Arthritis rheumatoid, suatu peenyakit autuimun yang diperantai oleh imunitas selular, seringmengalami remisi selama kehamilan, karena terjadinya penekanan limfosit T. hilangnya gejala selama kehamilan mendoromg diidentifikasikannya glukokortikoid sebagai antiinflamasi (Herch 1952). Perubahan hormonal pada kehamilan memprkuat terhadap penekanan limfosit T. karena limfosit T berperan dalam respon terhadap infeksi virus, wanita hamil mengalami peningkatan risiko terjangkit infeksi virus dan mungkin menderita ireemia yang lebih berat.

Kerentanan Terhadap Infeksi

Karena respon imun ibu tertekan selama kehamilan, untuk meningkatkan penerimaan janin, wanita hamil mungkin lebih rentan terhadap infeksi. Eanita hamil mengalami peningkatan terhadap listeriosis, influenza, avrisela (cacar air), herpes, rubella (campak jerman), hepatitis, dan virus papiloma manusia. Selain itu, sejumlah penyakit virus dan infeksi lain yang laten mungkin bermanisfestasi secara lebih berat. Penyakit ini mencakup malaria, tuberculosis (TB), virus Epstein-Barr, dan infeksi terkait HIV, yang dapat mengalami reaktifikasi selama kehamilan.

Hal yang Terjadi Pada Sistem Imun Ibu Selama Kehamilan Trimester I, II, dan III.

Trimester I

Pada trimester I terjadi penekanan jumlah limfosit T yang sangat drastis agar tidak terjadi penolakan terhadap kehadiran janin sehungga kehamilan dapat terus berlangsung.

Trimester II

System imunitas seluler terhadap antigen plasenta terus meningkat seiring dengan meningkatnya usia kehamilan. IgG padf.a dari ibu menembus plasenta ke dalam sirkulasi janin melalui mekanisme transportasi aktif spesifik secara efekti

Trimester III

Peningkatan jumlah IgG pada ibu menurun karena sebagian besar menembus plasenta ke dalam sirkulasi janin melalui mekanisme transportasi aktif spesifik sejak usia gestasi (kehamilan) 34 minggu. Ibu akan menghasilakan respon imun terhadap antigen yang ia temui dengan menghasilkan IgG yang dapat melewati plasenta. Bahkan apabila kadar IgG ibu rendah, IgG akan tetap disalurkan melalui plasenta. Hal ini berarti janin akan mendapat imunisasi pasif terhadap patogen prevalen yang besar kemungkinanya ditemikan di lingkungan setelah lahir.

Beberapa Hipotesis Mengenai Keberhasilan Kehamilan Terkait Dengan Respons Imun

Untuk menjelaskan mengenai mekanisme toleransi system imun maternal terhadap antigen paternal dari janin, saat ini berkembang teori mengenai peran plasenta sebagai suatu barier imun bagi antigen paternal janin sehingga antigen paternal janintidak dapat dikenali dan kemudian ditolak oleh system imun maternal.

Hipotesis mengenai ekspresi HLA-G (Human Leukocyte antigen) di sel-sel trofoblas

Sel-sel sinsiotrofoblas yang merupakan lapisan terluar dari jaringan janin dan akan berkontak dengan system imun maternal ternyata tidak mengekspresikan HLA-A an HLA-B dan hanya sedikit mengekspresika HLA-C. sebaliknya, sel-sel sinsisiotrofoblas tersebut mengekspresikan salah satu HLA non klasik, yaitu HLa-G. Berdasarkan ekspresi HLA-nya, populasi sel-sel trofoblas dapat dibagi menjadi tiga populasi, yaitu (a) sel-sel trofoblas yang melapisi ruang intravilli. Sel-sel trofoblas di sini akan langsung mengadakan kontak dengan sel-sel imun maternak dari sirkulasi maternal, maka sel-sel trofoblasnya tidak akan mengekspresikan HLA kelas I sama sekali; sel-sel trofoblas endovascular yaitu sel-sel trofoblas yang menginvasi sel-sel pembuluh darah arterispiralis. Sel-sel pembuluh darah ini akan berkontak dengan sel imun maternal pada sirkulasi maternal. Nemun bedanya, sel-sel trofoblas tersebut mengekspresikan HLA kelas I seperti HLA-G, HLA-E, HLA-C; dan (c) sel-sel trofoblas yang akan menginvasilapisan desidua. Sel-sel ini juga berpotensi untuk berkontak dengan sel-sel imun metrnal yang terdapat pada lapisan desidua. Maka, sel-sel trofoblas pada lapisan ini juga hanya akan mengekspresikan HLA-G,HLA-E, dan HLA-C.

Sel NK diketahui sebagai sel yang cukup dominan di lapisan desidua. Sel NK memiliki peran dalam membunuh sel-sek tumor terutama yang mengalami mutasi sehingga ekspresi HLA kelas I-nya menurun. Sebaliknya, resistensi terhadap peran membunuh sel NK ditunjukkan oleh sel-sel yang memiliki ekspresi HLA kelas I yang tinggi. Kejadian ini disebut sebagai missing self hypothesis.

HLA-G tampaknya berinteraksi KIR (Killing Inhibitory Receptor) seperti layaknya jenis-jenis HLA yang lain dan akan menekan aktivitas sitotoksisitas dari sel NK. Diperkirakan inhibisi terhadapa aktifitas sel NK tersebut akan memicu toleransisitem imun maternal pada embrio. HLA-G yang bersifat mnomorfik nampaknya bahwa inhibisi terhadap sel NK berlaku secara umum tidak terkait dengan genom paternalnya. HLA-G dapat ditemikan dalam dua bentuk, yaitu yang ada pada permukaan sel dan yang bersifat soluble (sHLA-G).

Hipotesis mengenai Leukemia Inhibitory Factor (LIF) dan reseptornya

Lapisan endometrium uterus tampaknya menghasilkan suatu molekul yang bersifat hidrosolubel, yang disebut sebagai Leukimia Inhibitory Factor (LIF) selama siklus haid terkait dengan kadar progesterone. Sementara di sisi lainnya blastokista juga akan menghasilkan LIF-reseptor. Selama periode implantasi lapisan desidua bersama dengan limfosit-limfosit Th2 akan menghasilkan LIF, dan sel sinsisiotroblas akan menghasilkan reseptor LIF. Diperkirakan ekspresi LIF pada desidua dan reseptor LIF pada blastokista akan memfasilitasi proses implantasi. Selain itu, interaksi antara LIF dan reseptornya juga terbukti dapat memicu perumbuhan dan diferensiasi sel-sel trofoblas.

Hipotesis mengenai Indoleamine 2,3-deoksigenase (IDO)

IDO adalah suatu protein enzimatik yang berfungsi untuk katabolisme triptofan. Enzim terss3ebut telah dibuktikan dapat dihasilkan oleh sel-sel sinsisiotrofoblas. Diperkirakan IDO yang dihasilkan oleh sel-sel sinsisiotrofoblas akan merusak triptofan pada lapisan desidua yang dibutuhkan untuk proliferasi sel-sel imun di lapisan desidua sehingga dapat memicu toleransi dari sel-sel maternal terhadap embrio.

Hipotesis mengenai keseimbangan Th1-Th2

Sel T helper (CD4 +) naïve (Th0)saat mengenali antigen yang diekspresikan oleh APC dapat berdiferensiasi menjadi Th1 bila mendapag sinyal berupa IL-12 dan IFK-ƴ, atau menjdi Th2 bila mendapat sinyal berupa IL-2 dan IFN- ƴ, sementara Th2 akan menghassilkan IL-4, IL-5, IL-6, IL-9, IL-10,dan IL-13.meskipun demikiah Th1 dan Th2 juga sama-sama menghasilkan IL-3, TNF dan GM-CSF. Pada penelitian- penelitian sebelumnya ditunjukkan bahwa dominasi sitokin-sitokin prainflamasi yang dihasilkan oleh Th1 akan berkorelasi dengan peningkatan kejadian keguguran. Oleh karena itu yang dianggap sebagai sitokin yang akan mempertahankan kehamilan adalah sitokin-sitokin yang yang dihasilkan oleh Th2. Meskipundemikian ternyata sitokin-sitokin tersebut tidak hanya dihasilkan oleh sel-sel imun saja, tetapi juga oleh sel trofoblas.

Hipotesis menganai Makrofag Superior

Tampaknya ada jenis makrifag lain selain makrofag yang telah dikenal secara klasik akn teraktifasi setelah terstimulasi oleh IFN-ƴ atau lipoposakarida (LPS), dan kemudian akan menghasilkan siteokin-sitokin proinflamasi.makrofag supresor ini diperkirakan akan menjaga rahim tetap sebagai tempat yang ammuno-previleged, dengan cara menghasilkan sitokin-sitokin yangbersiufat non- inflamasi seperti IL-10 atau antagonis IL-1 dan juga menghasilkan turunan oksigen bebas yang minimal atau tidak sama sekali.

Hipotesis Mengenai Hormon

Beberapa jenis sitokin dan hormone telah terbukti dapat dihasilkan oleh plasenta. Hormon yang cukup penting yang dihasilkan oleh plasenta adalah progesterone, di mana pada beberapa penelitian menunjukkan progesterone terbukti akan memicu produksi LIF pada endometrium, dan juga akan memodulasi system imun maternal sehingga keseimbangan Th1 dan Th2 akan bergerak ke arah dominasi Th2. Selain, progesterone tampaknya hormone pertumbuhan juga akan memegang peranan dalam memodulasi system imun, meski saat ini baru terbukti pada spesies Roden. Dalam masa kehamilan plasenta akan menghasilkan placental Growth Hormone (pGH) yang memiliki perbedaan 13 asam amino dibandingkan dengan Growth Hormone (GH) yang dihasilkan eloh hipofisis. pGH akan menggantikan GH dalam sirkulasi maternal pada trimester kedua dan diperkirakan dapat pula memodulasi system imun maternal.

Hipotesis mengenai CD95 dan ligannya (CD95L)

Interaksi antara CD95 dan ligannya, yaitu CD95L, telah lama dikenal dalam bidang imunologi yang berperan untuk memicu reaksi apoptosis. Mekanisme interaksi CD95-CD95 L umumnya digunakan untuk menjelaskna pengaturan pergantian sel (Cell Tornover), kemusnahan sel-sel, respon antiviral, dan yang terpenting adalah untuk melindungi organ-organ tertentu dari aktivitas sel-sel imun, contohnya pada organ-organ yang harus dilindungi seperti mata dan testis (organ-organ yang bersifat immonuperiviileged). Mekanismenya adalah sel-sel imun memiliki ekspresi CD95L sementara organ-organ yang perlu dilindungi memiliki ekspresi CD95, sehingga apabila sel-sel imun mengadakan kontak akan terjadi interasksi CD95-CD95L yang akan memicu apomtosis sel-sel imun tersebut sehingga organ-organ tersebut akan terlindungi.

Dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan terbukti bahwa sel-sel trofoblas mampu menghasilkan CD95 dan medium kultur mampu memicu apoptosis pada sel-sel limfosit T yang mengekpresikan CD95L. Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa sel-sel trofoblas mampu memicu apotosis sel-sel imun maternal apabila sel-sel imun mencoba untuk melakukan kontak dengan sel-sel trofoblas.

Hipotesis Mengenai Aneksin II

Aneksin II adalah anggota keluarge dariv glikoprotyein yang dapat berikatan dengan fosfolipid bermuatan negative. Aneksin adalah membrane associated protein yang umumnya dihasilkan baik oleh sel-sel normalmaupun sel-sel tumor. Namun, telah dibuktikan plasenta juga mampu menghasilkan aneksin. Dalam suatu penilitian telah dibuktikan bahwa aneksin II dapat mwnghambat proliferasi sel-sel limfosit dan juga menghambat produksi antibody IgG ataupun IgM oleh sel-sel imin maternal. Oleh karena itu, molekul ini ditengarai juga memiliki peran dalam hal memicu toleransi system imun maternal kepada embrio.

Hipotesis Mengenai Rendahnya Aktifitas Komplemen

Dalam sisten imun innate, komplemen memegang peranan yang cukup penting dalam me nghancurkan sel-sel tumor atau asinh, dengan cara bekerja sama dengan antibody. Antibody akan menganali antigen asing pada permikaan sel tersebut dan selanjutnya antibodo akan bergabung dengan komplemen untuk menghasilkan membrane Attaci Complex (MAC) yang mampu melubangi permukaan sel yang memiliki antigen asing tersebut sehingga sel tersebut akan mengalami kehancuran. Namun, terdapat beberapa factor yang dapat menghambat mekanisme penghancuran tersebut, di antaranya adalah Membrane Complement Protein (MCP) yang akan menduduki tempat berikatannya antibody dan kompelemen sehingga tidak dapat terjadi interaksi antara antibody dan komplemen; atau terdapatnya peningkatan Decay Accelerating Factor (DAF), dimana factor tersebut dapat meningkatkan tingkat penghancuran komplemen. Terjadinya hambatan pada kerja komplemen dapat melindungi sel-sel trofoblas yang memiliki antigen paternal untuk dapat dihancurkan oleh system imun maternal.

Hipotesis Mengenai Penyembunyian Antigen Trofoblas

Hipotesis ini masih bersifat spekulatif. Diperkirakan antigen-antigen paternal pada permukaan sel trofoblas dikamuflase oleh suatu blocking antibody dan materi-materi fibrin atau lapisan sialomusin. Selain itu, ada pula teori mengenai terbentuknya antiidiotipik antibody terhadap antibody yang mengenali antigen paternal pada sel-sel trofoblas, sehingga antibody tersebut tidak dapat mengaktivasi system imun lainnya. Hal-hal tersebut di atas akan menyembunyikan ekspresi antigen paternal pada janin sehingga dapat memicu rekasi toleransi dari system imun maternal.

0

TUGAS MAHASISWI POLTEKKES DEPKES BJM

Minggu, 21 Juni 2009

0

Guru Favorit Season 2

Ini juga guru-guru favorit Nurul waktu masih skul di SMANSA

1.Ibu Hj.Rumini

Ney guru Agama Islam.Pokoke Nurul suka banget dah sama Ibu Rumini coz Ibu tuh care,baek.....banget,gak pernah ngambek,sabar,and so pasti pengetahuan beliau tentang Islam T O P Banget gitu loch...!!!!

2.Ibu Rakhmawati
Guru Matematika favorit Nurul sepanjang masa.Why...???Coz belajar Matematika sama Ibu Rakhma gak bikin Nurul Pusyeeenggg 100 keliling.Pokoknya asyikkk.Ibu ney juga keyen banget cuy..sesulit apapun soal Matematika pasti deh Ibu Rakhma bisa nyelesein..Hummmm hebat yo...??

3.Ibu Zaleha
Guru paling asyik diajakin ngocol, ya... Ibu Zaleha dund... Guru Fisika loh...O ya Bu.. kok Fisika sulit yaaaaaa???

Udahan deh guru Favoritnya.Ehm,guru-guru lain bukan berarti Nurul gak suka yah..Nurul suka sama semua guru di SMANSA Amuntai coz karena beliau semualah Nurul tahu apa yang mestinya Nurul Tahu. Thanks for all teachers in SMANSA Amuntai... I love U all...

Kamis, 28 Mei 2009

0

Guru Favorite Nurul

Ney adalah nama-nama guru favorite Nurul di SMANSA



1. Mr.Hasbi Salim

Neyy guru Bahasa Inggris, beliau ntu selalu ngasih motivasi ke murid-murid, mangkanye belajar bahasa Inggris jadie semangattt

2.Mr. Zaini
Ehm...guru Bahasa Inggris juga. Paling saleh deh...Nurul suka sama pak Zaini,mow tow kenapa???Coz pak Zaini guru yang aktif gadhul bashar

3.Mrs. Evie
Ney guru Biologi.Ibu Evie tuhhh,kada parajuan wall aeee mangkanya unda katuju. Ibu Evie tu baikan ha pulang.

4. Pak Edi Daroji
Belajar Kimia yang 3s, Santai, Serius , Suksess... Benneer banget tuh PAk...Belajar emang harus gitu...

5.Pak Rifani
Modern life saat belajar kewarganegaraan??? Temukan keasyikannya saat belajar KWG sama Pak Fani.

6.Pak Sukiman
Siswa Sansa mana sih yang gak kenal sama pak Sukiman??? Wakasek Kesiswaan sekaligus guru Kimia. Pak Sukiman Syerem??? Salah geddeee tuhh.. Asyik loh belajar Kimia sama pak Sukiman.

Sabtu, 07 Februari 2009

0

CINTA ??????

Ada sebuah puisi

Sia-Sia
Penghabisan kali itu kau datang
Membawa kembang berkarang
Mawar merah dan melati putih
Darah dan suci
Kau tebarkan di depanku
Serta pandang yang memastikan untukmu
Lalu kita sama termangu
Saling bertanya : apakah ini ?
Cinta ? Kita berdua tak mengerti
Sehari kita bersama, tak hampir-menghampiri
Ah ! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi...
Pernah baca puisi di atas ?? Kalo sudah pernah baca pasti tahu siapa penciptanya.Apakah antum merasakan sesutu saat membaca puisi itu ??
Puisi karya Chairil Anwar itu memang sangat bagus. Penuh makna.Multi interpretasi.Numun ana lebih fokus ke bait yang sudah ana cetak tebal.Apakah ini ?Cinta? Kita berdua tak mengerti.Guys, antum pernah mikir apa arti cinta gak sih??Ana sich yakin antum pernah mikir apa arti cinta. Apa agy yang sedang jatuh cintrong,ambooo....Hampir saban ari ngomong dalem ati..., Oj Tuhan inikah Cinta ???Antum bisa mendefinisikan apa itu cita??Retorika abizzzz.Ciapa cie yang bisa mendefinisikan cinta ???belum ada guys...Belun ada orang yang bisa mandefinisikan cinta secara baik dan benar.
Cinta terlalu luas untuk didefenisikan. Ia adalahsebuah keindahan yang tak terangkum dalam sebuah buku atau kitab.Ia bebas mendefinisikan dirinya se4ndiri.Menyesuaikan dengan keadaan dan perangai seseorang.However Ibnul Qayyim Al Zaujiyah nyoba ngasih pengertian cinta,di antaranya Mahabbah (gejolak ingin bertemu ),Alaqah ( menyayangi dengan sepenuh hati ), Assababah ( kangen... bangetz... )'Al balabi ( hatiku resah...hetiku gundah ...) dan Atta'abud ( pernghambaan,puncak cinta dan ketundukan ).Atta'abud hanya untuk Allah.Ga peke,
Sebenernya pendapat Ibnul Qayyim Al Zaujiyah masih mnayak tapi ana kazih tau cedikit aja..bukannya pelit ana capek ngetik kata-kaanya kebanyakan cuy...
Kita khususnya remaja cenderung mengartikan cinta itu identik dangan hubungan antara pria dan wanita. Buktinya banyak kok...Kalo lagi kasmaran/ kesengsem sama lawan jenis (tapi masih dalamm satu spesies lhooo )pasti di bukunya ada puisi cinta,sensitif banget kalo denger kata cinta,palng antusias saat ngomongin soal cinta.Nama untuk nomer hape pacar pasti deh..."cayangku ", "cintaku ",dsb lah...pokoknya semua yang beraroma cinta..
Guys, sesempit itukah kita memeknai kata cinta ??Ada satu pertanyaan lagi dari ana,kenapa kalau ada dua orang yang saling gugur (jatuh ) cinta , mereka pacaran.Emang mesti gitu yawwwhhh???
Friend...haruskah kita pacaran??Nggak tho...Ana ngeri kok kebanyaakan alasan orang pacaran itu karena cinta, and ana pikir pacaran emang perlu cinta.Namun marilah kita berpikir lagi, apakah cinta pada orang lain harus diekspresikan lewat pacaran ??Nggak kann.....Kalau kita cinta pada seseorang kita bisa buktikan d4engan perhatian kita padanya,selalu ingin da bahagia.Doakan keberhasilan untguknya.Lindugi dia dengan hatimu.Alirkan cintamu padanya saatkamu menghadap Illahi.Allah pasti ngerti perasaan kita..
Friend..jatuh cinta itu wajar,,,,wajar banget...apalagi kalau kita remaja..Pasti gak asing dengan yang namanya jatuh cinta.Kalau gak ada istilah jatuh cinta mingkin orang tua kita gak pernah nikah,mungkin kita nggak duduk sambil baca tulisan ini sekarang..coz kapan lahirnya ??lagian yang menciptakan makhluk berpasang-pasangan itu kan Allah,yang menciptakan rasa cinta itu juga Allah.Namun alangkah baiknya kalau cinta itu tidak diekspresikan melalui hubungan yang kebenarannya masih diragukan itu..
antum pasti tau cerita cinta Fatimah binti Rasulullah SAW dan Ali bin Abi Thalib.Mereka saling mencintai semenjak mereka belum menikah.mereka mampu memendam cimta mereka,sampai-sampai iblis pun tidak tau kalau fatimah jatuh cinta sama Ali..Subhanallah..
walaupun cerita itu Dhaif atau mungkin palsu, namun ada hal berharga yang dapat kita ambillMereka saling jatuh cinta,tapi mereka tidak pacaran dan tih akhirnya mereka menikah karena emang jodoh..Jadi kalau antum punya alasan pacaran karena cinta ato mo nyari jadoh,mending kita gantu haluan aja deh...Yuk kita ekspresikan cinta dengan hal-hal yang kebih positif.Sering salat tahajjud misalnya..Curhat sam allah gitu..
Lagian cuy kalau antum pacaran gak banyak untungnya.Malah bisa-bisa banyak ruginya.Example ngabisin pulsa.Muaaasak pacar antum marah gara-gara gak di esemesin atu ari ajahhh..yang ditanyai n gak penting pula,,"apa kabar yank..." basi cuy..ana kasih bocoran ya.. Padahal pacar antum itu gak ditanyain kabar sama teman sebangku setahun penuh juga gak pa pa...enjoy-enjoy aja tuhh..Tambahan lagi kalau pacar antum posesif...susehnye..manta maap..(hehe ga assoy pake minta ampun ).Sok ngatur.Ga boleh ini. Ga boleh itu. Harus begini.Harus begitu. Bahkan niye...ada pacar yang ngelarang pasangannya nyapa teman sekelas (tapi yang lawan jenis ).Buayangin..nyebelin banget ga tuh...But ada yang lebih mengerikan dari pacaran. Yaiti : Nabung dosa..Mending kalo nabung duit,ujung-ujungnya duit juga enak cuy...Nah inni...dosa...!! Dosa!!! Ujung-ujungnya dosa pasti ga enak, neraka.. ih.. selllemmm... atut ma...Dalilnya ?? Ana yakin antum udah hapal di dalem kapala : QS. Al Isra :32 " dan janganlah kamu mendekati zina..sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji dan suatu perbuatan yang buruk "Nah...pacaran itu salah satu anggota tetap perbuatan yang mendekati zina..so.. mending ga usah pacaran aja deh... Kita milih yang aman-aman saja..Nikah..hehehe
Tapi gimana dapet jodoh kalo ga pacaran dulu ??? Hohohoho...Tenag ajah...Jodoh Allah yang ngatur Tokh Allah sudah menuliskan di Lauh Mahfudz siapa jodoh kita. SO pacaran ato nggak kita pasti nikahnya sama jodoh kita itu.Ngapain capek - capek pacaran,buang-buang pulsa eh...malah ga jadi nikah..Misaalnya aja nih antum pacaran sama orang Amuntai udeah lamma... bang-etzz, eh gak taunya ga jadi nikah coz antum dijodohin Allah sama orang Amerika.apa ga kasihan tuh pacar antum di Amuntai..??Hehehe udah aja yah cuy..Ana minta maaf banget kalau tulisan ini menyinggung perasaan.Ana ga ada maksud jahat kok sama antum..ada yang berani metusin pacarnya sekarang??Syukur..Tapi buat antum yang udah cinta mati ana doain moga kalian berjodoh..jadinya ga nyesal thoo..Udah lama pacaran akhirnya nikah juga..
Wallahu Aa'lam bisshawab...
0

Cinta Untuk Palestina

Gemuruh menghujam tanah berdebu
Bombardir dan tajamnya peluru
termuntah dari kejinya tangan Israel

Tangis dan jerit pilu
Menggema di puing-puing tembok dan amunisi
Anyir darah dan bening air mata
Ratai hamparan tanah suci

Allahu Akbar...
Gaung takbir membahana
Melenyapkan takut darah tetes
Bocah-bocah Palestina yang berani
Syuhada cilik berhati baja
Kibarkan jihad fi sabilillah...


Di sini kupaket cintaku
Untukmu saudaraku
Cintaku dan cintamu..
Beriak di sungai-sungai makna..
Cinta kita memeluk Palestina
0

Luka

Dalam lukaku aku bertanya
Bolehkah kuharap cinta
Padamu yang bertanda

Biar ia adalah sia-sia
Walau berjalan ke putus asa...

Di alunan dukaku aku bertanya
Benarkah kita takkan bersenyawa..?